Sedih! Kisah istri komandan Nanggala, masih chat suami walau sadar tak akan dibalas
Kolonel Laut Harry Setyawan. Foto: Ist.
Winny Widayanti hingga Minggu sore masih coba menghubungi suaminya Kolonel Laut Harry Setyawan. Sang suami adalah Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II KRI Nanggala 402.
Padahal pada Sabtu pagi sekira pukul 03.00, oksigen di dalam KRI Nanggala diperkirakan habis. Kendati begitu, Winny ketika itu tak pernah kehilangan asa untuk tetap berharap ada keajaiban pada suaminya.
“Hatiku hancur, benar-benar hancur. Bagian paling sulit adalah menjelaskan pada anak bungsu saya. Saya tak bisa menahan air mata saya,” kata Winny kepada Al Jazeera, dikutip Rabu 28 April 2021.
Di tengah asa keselamatan suami, Winny terus mencoba mencari sela keajaiban. Dia terus mencoba menjepret semua teman-teman suaminya yang datang ke rumah mereka. Foto itu kemudian oleh Winny dikirim ke sang Komandan Nanggala itu.
Tak lupa, dia juga terus chat kepada suami, melaporkan apapun kondisi di rumah, termasuk kabar terbaru tentang anak-anak mereka, meskipun pesan itu tidak pernah dibalas.
Hatinya kian hancur ketika pada Minggu malam, militer Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah menemukan kapal selam yang tenggelam di kedalaman 838 meter (2.755 kaki), pecah menjadi tiga bagian. Berbicara dalam konferensi pers, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengumumkan bahwa 53 awak kapal telah gugur.
Dari sana, Winny kemudian tetap berusaha tegar. Belakangan dia seolah mengambil peran sang ayah untuk berkeliling ke sejumlah rumah awak Nanggala untuk menguatkan anggota-anggota lainnya.
Tak lain karena dia sadar, kalau Kolonel Harry merupakan komandan KRI Nanggala. “Saya harus kuat sebagai istri agar bisa menguatkan para keluarga anggota lainnya yang turut berada di dalam kapal tersebut,” katanya.
Winny sendiri mengaku sempat mengantarkan sang suami untuk berangkat bertugas pada Senin lalu. Sebelum ditinggal untuk dinas luar, dia bersama Kolonel Harry sempat berfoto bersama. Dia tak sadar kalau itulah kebersamaan terakhirnya.
Temukan jenazahnya apapun kondisinya
Sementara itu, orangtua komandan KRI Nanggala, Ida Farida, dengan lugas menyebut dirinya sangat bangga dengan putranya itu. Sebab, putranya Kolonel Laut Herry Setyawan seharusnya tidak berada di kapal selam, namun tetap memutuskan untuk bergabung pada saat-saat terakhir untuk mengawasi latihan.
“Saya tidak ingin dia diambil lebih dulu daripada saya, tetapi dia meninggal saat melakukan tugasnya. Dia memenuhi janjinya untuk menjaga negara sampai akhir hidupnya,” katanya.
Ibu berusia 80 tahun itu menambahkan bahwa dia berharap misi evakuasi akan berlanjut sampai semua awak kapal ditemukan.
“Saya berharap jenazah anak saya dapat dievakuasi, apapun kondisinya. Kami ingin menguburkannya di kuburan keluarga di Cilubajang di Sukabumi bersama almarhum Ayahnya yang merupakan pensiunan perwira TNI AU.”
Senada dengan Winny dan Ida Farida, kisah sedih berikutnya disampaikan Aura Aulia. Dalam wawancaranya, dia mengatakan kalau sang ayah Letnan Dua Munawir, yang masuk menjadi korban tenggelamnya KRI Nanggala, merupakan seorang pelaut yang serius dan lugas serta dikenal akan gaya disiplinnya.
“Jika seseorang memintanya untuk melakukan sesuatu, dia akan segera mulai mengerjakannya tanpa sepatah kata pun,” katanya.
Tak cuma itu, ketika Munawir tak bekerja, dia disebutkan sang anak selalu tetap ingin menghabiskan waktu dengan hal-hal produktif. Sebut saja mulai dari mengutak-atik mesin mobil, motor, atau memperbaiki barang-barang di rumah.
Momen yang tak pernah lepas dari ingatannya, adalah petualangan yang hebat bersama ayah dan keluarganya. Mereka suka bepergian dan punya rasa petualangan yang hebat.
“Ayah selalu mengajak kami untuk liburan di seluruh Indonesia ke tempat-tempat seperti Malang, Blitar dan Madura, atau kami akan pergi makan bersama sekeluarga,” kata Aura.
Letnan Dua Munawir sendiri berusia 41 tahun.

0 Response to "Sedih! Kisah istri komandan Nanggala, masih chat suami walau sadar tak akan dibalas"
Posting Komentar